FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo resmi menetapkan status tanggap darurat banjir selama 15 hari ke depan. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari seluruh kecamatan, sebanyak 5.882 rumah terdampak banjir dan 22.883 jiwa merasakan dampak dari bencana hidrometeorologi tersebut.
Zainadi,S.Pd.,M.Si selaku Kepala BPBD Kabupaten Bungo mengatakan, status tanggap darurat diberlakukan karena kondisi banjir masih cukup luas dan membutuhkan penanganan intensif dari pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait.
“Status yang kita gunakan saat ini adalah status tanggap darurat dan berlaku selama 15 hari ke depan. Nanti akan kita evaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Zainadi, Sabtu Siang (16/05/2026).
Sebagai langkah cepat penanganan, Pemkab Bungo telah mendirikan beberapa dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat yang terdampak banjir.
Satu dapur umum dipusatkan untuk melayani dua kecamatan, yakni Kecamatan Pasar Muara Bungo dan Kecamatan Bathin III. Sedangkan untuk Kecamatan Bungo Dani, dapur umum didirikan secara terpisah di wilayah Sungai Pinang.
“Minimal 2.000 porsi makanan kita siapkan setiap hari untuk masyarakat yang terdampak banjir,” jelasnya.

Wilayah prioritas penyaluran makanan dan bantuan logistik meliputi Danau Buluh, Taman Agung, dan Dusun Manggis yang menjadi kawasan dengan dampak banjir cukup signifikan.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak setidaknya dua kali. Penyaluran bantuan lanjutan dijadwalkan kembali dilakukan pada sore atau malam hari.
“Minimal sudah dua kali bantuan kita salurkan, dan hari ini akan kembali kita distribusikan,” katanya.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, kebutuhan pokok, serta perlengkapan penting lainnya untuk menunjang kebutuhan masyarakat selama banjir.
Selain menyediakan kebutuhan logistik, Pemkab Bungo bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan juga melakukan evakuasi warga yang rumahnya masih terendam.
Tidak hanya warga, pemerintah juga membantu memindahkan ternak dan barang-barang berharga milik masyarakat ke lokasi yang lebih aman.
“Kalau ada warga yang perlu dievakuasi, termasuk ternak dan harta benda, semuanya kita bantu pindahkan ke tempat yang lebih tinggi,” tegas Zainadi.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi banjir di beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Di kawasan debit Air, misalnya, genangan air dilaporkan sudah berangsur surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Pemerintah akan melakukan evaluasi pada esok hari untuk menentukan apakah operasional dapur umum tetap dilanjutkan atau dihentikan sementara sesuai kebutuhan masyarakat.
Meski sejumlah wilayah mulai surut, pemerintah mengingatkan bahwa data rumah dan warga terdampak banjir di Kabupaten Bungo masih dapat bertambah karena laporan dari kecamatan terus masuk.
Pemkab Bungo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor kepada petugas jika membutuhkan bantuan evakuasi maupun logistik.





