FAKTA BUNGO – Aksi protes kudeta yang dilakukan oleh angkatan bersenjata di Myanmar &
apakah ada dampak kudeta ini bagi Indonesia Permasalahan awal ketegangan di Myanmar bermula dari pemilu November 2020, Pihak militer menuduh adanya kecurangan dalam proses pemungutan suara sehingga perolehan suara Partai Liga Nasional (NLD) jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang Sebelumnya juru bicara militer mengatakan, tak akan menutup kemungkinan adanya kudeta jika tuduhan itu tidak diselidiki dengan baik. Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh senior Partai NID ditangkap dalam sebuah penggerebekan
Komisi pemilihan Myanmar sebelumnya telah menolak tuduhan manipulasi pemilih Mereka menyebut,kesalahan seperti nama yang digandakan pada daftar pemilih tak cukup untuk mempengaruhi hasil pemungutan suara.
Buntut kudeta yang dilakukan militer Myanmar ini membuat masyarakat menggelar aksi demonstrasi, dan aksi demonstrasi ini dilakukan oleh guru, pengacara, murid, pegawai bank dan pegawai pemerintahan.
Dalam aksi ini ada 38 orang korban jiwa dalam aksi protes menentang kudeta militer ini Termasuk gadis yang berusia 19tahun, ia tewas tertembak di kepala saat mengikuti demonstrasi menentang kudeta militer
Lalu bagaimana dengan Indonesia? apakah terkena dampak dari kudeta militer di Myanmar ini?
“Jawabannya bisa di bilang ya, karena Myanmar memang memiliki beberapa lokasi industri penting
Industri itu khususnya industri otomotif, Karena Kudeta ini juga sempat membuat produksi pabrik seperti Suzuki dan Nissan jadi terganggu”
kudeta di Myanmar ini sangat membawa ketidakstabilan di dalam negeri Myanmar, Massa berpotensi makin gelisah jika militer sekedar ingin kembali berkuasa apa pun hasil pemilunya secara global kudeta ini juga makin menguatkan trend otoriterisme di kawasan ASEAN.
Selain itu ruang untuk peduli pada isu-isu HAM dan demokrasi menipis terus.”Artinya kalau ada tekanan politik luar negeri dari AS yang mengkampanye hitamkan negara-negara otoriter, kawasan kita rentan,”
Dalam situasi tersebut artinya negosiasi hubungan luar negeri bergantung pada kekuatan hubungan bilateral.(FB)



