FAKTA BUNGO – Gabungan Mahasiswa Kabupaten Bungo (GMKB) menggelar aksi damai di depan Mapolres Bungo, Sabtu malam (30/08/2025).
Aksi yang berlangsung dengan khidmat itu ditandai dengan penyalaan lilin sebagai simbol kepedulian dan refleksi terhadap berbagai persoalan sosial di daerah maupun nasional.
Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi hadir dengan mengenakan almamater serta membawa atribut organisasi. Mereka menyampaikan aspirasi secara terbuka namun tetap menjunjung tinggi etika dan ketertiban, sehingga aksi dapat berjalan aman tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono,S.Kom.,M.Si menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa Kabupaten Bungo yang sudah melaksanakan aksi dengan tertib, aman, dan kondusif. Ini menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai dan bermartabat,” tegasnya.
Selain menyampaikan tuntutan, mahasiswa juga menegaskan komitmen untuk tetap menjadi mitra kritis bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Mereka berharap masukan yang disampaikan dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik.
Aksi damai ini berakhir dengan lancar tanpa adanya insiden, menegaskan pentingnya dialog dan kerja sama antara mahasiswa, aparat kepolisian, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta menyikapi dinamika masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Bungo, Sardi Gunawan, memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam menyampaikan aspirasi.
“Saya bangga kepada adik-adik mahasiswa Bungo yang sudah menggelar aksi dengan aman, tertib, dan penuh tanggung jawab. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa kita mampu menjaga marwah daerah dengan cara-cara yang santun dan bermartabat,” ujar Sardi Gunawan.
Ia menegaskan bahwa aksi damai tersebut seharusnya menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lain dalam menyuarakan pendapat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjadi penyambung aspirasi rakyat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas di daerah.
“Ketika aspirasi disampaikan dengan damai, maka pesan yang ingin dibawa akan lebih mudah diterima oleh pemerintah maupun aparat. Saya harap sinergi ini terus terjaga demi kebaikan bersama,” ucapnya.
Acara dilanjutkan dengan sholat Ghoib bersama di Halaman Mapolres Bungo di ikuti oleh Bupati, unsur Forkopimda, beserta gabungan mahasiswa Kabupaten Bungo (FB)





