FAKTA BUNGO – Polemik tarif parkir di RSUD Bungo yang sempat viral di media sosial akhirnya dibahas dalam rapat bersama pihak rumah sakit, pengelola parkir, perwakilan masyarakat, dan anggota DPRD.
Dalam forum itu, sejumlah rekomendasi dihasilkan untuk menjawab keluhan masyarakat. Ketua Gempur menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud penyampaian aspirasi rakyat agar pelayanan publik tidak semata-mata bernuansa bisnis.
Hadir pada acara itu, Anggota DPRD Bungo, Dirut RSUd Hanafie Bungo, PLT BP2RD, Kabag Hukum, serta ormas gempur
“Kami minta pihak rumah sakit meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan parkir selama ini. Ini soal keadilan. Jangan sampai rakyat yang berobat justru terbebani dengan parkir yang terlalu mahal,” tegas Ketua Gempur Alpindo Mustakim.,S.Kom, Senin siang (08/09/2025).

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Bungo Darwandi.,S.H menyampaikan keputusan teknis terkait tarif. “Untuk sepeda motor, dua jam pertama dikenakan Rp2.000, dan tambahan lima jam berikutnya dibatasi dengan total Rp7.000. Sedangkan mobil, dua jam pertama Rp3.000, kemudian tujuh jam berikutnya Rp1.000 per jam, sehingga total Rp10.000,” ujar nya
Pihak RSUD Bungo sendiri menyatakan kesediaannya untuk meninjau ulang MoU dengan pihak pengelola parkir. Selain soal tarif, forum juga menekankan perlunya peningkatan fasilitas parkir, seperti penyediaan atap untuk kendaraan roda dua dan penempatan petugas yang lebih profesional.
Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan keadilan bagi semua pihak: pengelola parkir, rumah sakit, maupun masyarakat pengguna layanan
Di tempat yang sama Muhammad Daniel.,S.KOM menyampaikan agar permasalahan parkir di RSuD H.Hanafie Bungo cepat diatasi dalam waktu dekat ini
“Kami meminta kepada pihak RSUD H.Hanafie Bungo dan pengelola parkir agar permasalahan parkir ini cepat diatasi agar pengunjung tidak merasa terbebani”ungkapnya(FB)







