FAKTA MUARO JAMBI – Dalam upaya memperkuat sektor industri kreatif berbasis kearifan lokal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menggelar kegiatan Pelatihan Membatik bagi para pengrajin lokal di Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program dan Perencanaan Pembangunan Industri Daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing produk unggulan daerah.
Pelatihan yang diikuti oleh sejumlah pengrajin batik tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis membatik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha, inovasi produk, hingga pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Drs. H. Kemas Muhammad Fuad, M.Si yang diwakili menyampaikan bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri batik lokal agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi para pengrajin, sekaligus memperkuat perencanaan hilirisasi produk lokal sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya., Senin (08/06/2026).
Selain praktik membatik, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan desain motif khas daerah, pengelolaan usaha mikro, pengemasan produk, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Dengan demikian, para pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya tarik bagi konsumen di tingkat regional maupun nasional.
Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) yang berbasis potensi lokal. Batik khas Muaro Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena mengangkat identitas budaya daerah yang unik dan bernilai historis.
Melalui perencanaan pembangunan industri yang terarah, Disperindag Provinsi Jambi optimistis batik Muaro Jambi dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Para peserta pelatihan menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Mereka menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam mengembangkan usaha batik sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dengan adanya dukungan pemerintah, kolaborasi pelaku usaha, dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal, batik khas Muaro Jambi diharapkan mampu menjadi ikon industri kreatif yang membanggakan serta berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi daerah di masa mendatang.
Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Jambi sekaligus Ketua PKK Muaro Jambi Ririn Novianty,S.E mengatakan, Pelatihan membatik ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya para pengrajin lokal, agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi. Batik bukan hanya warisan budaya yang harus kita lestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta dapat mengembangkan kreativitas, menciptakan motif-motif khas Muaro Jambi, serta memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka.
Dengan dukungan pemerintah dan semangat para pengrajin, kita optimis batik Muaro Jambi dapat semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.”
“Ke depan, kita akan terus mendorong penguatan UMKM dan industri kreatif berbasis potensi lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.,”pungkasnya.(FB)





