FAKTA JAMBI – Masifnya tudingan ke paslon Romi – Sudirman narkoba karena melawan paslon petahana Haris-Sani di pilgub jambi 2024, Ternyata karangan bebas dan bermotif politik praktis.
Sebab paslon Roman sampai saat ini memang tidak ada catatan hukum terkait dengan Narkoba. Ketika tes kesehatan secara menyeluruh mereka juga terbukti sehat dan bersih. Sehingga KPU resmi menyatakan paslon Roman memenuhi syarat menjadi pasangan gub jambi melalui keputusan KPU Provinsi Jambi Nomor 67 tahun 2024.
Makanya opini dan tudingan Roman narkoba di pilkada saat ini dinilai opini sesat dan politik praktis semata.
Opini sengaja digencarkan demi menutupi gagalnya kepemimpinan Haris selama menjabat gubernur jambi dan besarnya kekecewaan masyarakat terhadap pola dan kepemimpinan selama ini.
Besarnya kekecewaan masyarakat bukan tidak mendasar karena memang banyak janji yang tidak terbukti, pembangunan terkesan asal jadi dan terindikasi korupsi, hedonisme yang menjati diri, kepongahan dan kesombongan yang menggores hati.
Tebalnya kekecewaan masyarakat cukup tergambar di dua alat uji :
(1) Hasil poling terbuka gubernur jambi oleh masyarakat dimana dukungan masyarakat lebih condong ke paslon roman dengan selisih lebih 12%.
(2) Hasil survei terbaru LSI dimana keterpilihan roman lebih unggul diatas 5%.
Hal diatas bisa dibilang bukti bahwa kepemimpinan Haris sangat kecil memberikan value yang layak untuk dijual apalagi dipuji. Karena berakhir lebih besarnya rasa kecewa di masyarakat dibanding yang memuji.
Jika hasil kerja memang tak layak untuk dijual apalagi dipuji, Kenapa justru meludah ke atas? Toh yang kena pasti muka sendiri.
Itu yang terjadi atas tudingan yang menyerang kawan seiring demi menutupi kelemahan diri, Karena yang masyarakat tau memilih Romi Sudirman justru pilihan untuk menjauh dari narkoba dan menjauh dari korupsi.
Demikian, Jambi 27.10.24
*Wizan*



