FAKTA MUARO JAMBI – Dalam kegiatan reses yang digelar Jum’at (05/12/2025) anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Muaro Jambi – Batang Hari dari Fraksi PAN Ririn Novianty, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tahun berjalan menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tetap akan ditampung sebanyak-banyaknya untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.
Menurutnya, setiap masukan dari warga sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah. “Keterbatasan anggaran hari ini menuntut kita untuk bijak dalam menentukan prioritas pembangunan. Namun aspirasi dari masyarakat tetap boleh disampaikan sebanyak-banyaknya, semua akan saya tampung dan salurkan,” ujar Ririn Novianty dalam kegiatan reses tersebut.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah keluhan masyarakat di Desa Setiris, yang meminta perbaikan akses jalan utama penghubung menuju Desa Kedemangan dan Maro Sebo. Kondisi jalan yang sudah lama rusak dinilai menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan akses pendidikan.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan segera disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi prioritas dalam proses perencanaan pembangunan. “Keluhan masyarakat soal akses jalan penghubung Setiris–Kedemangan dan Maro Sebo akan saya sampaikan kepada pemerintah,” jelasnya.
Meski perbaikan menyeluruh tidak dapat dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, pengerjaan bertahap merupakan solusi realistis sambil menunggu alokasi anggaran yang memadai.
“Tentu harapan kita semua, mudah-mudahan jalan tersebut menjadi perhatian untuk bisa diperbaiki, meski pengerjaannya mungkin dilakukan secara perlahan,” tambahnya.
Melalui agenda reses ini, Ririn menegaskan komitmennya untuk terus menyerap aspirasi masyarakat di berbagai desa dan kecamatan. Ia berharap setiap masukan warga dapat menjelma menjadi program pembangunan nyata yang bermanfaat bagi publik.(FB)







