FAKTA BUNGO – Bupati Bungo H. Mashuri, SP, ME di dampingi Wakil Bupati Bungo H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Tahun 2022 di Masjid Agung Al-Mubarak Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.
Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah, Asiten, Staf Ahli, Kepala OPD, Sekretaris, Kabag, Camat, Kabid, Lurah, Dandim 0416 Bute, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
Bupati Bungo yang diwakili Wakil Bupati Bungo H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd menyampaikan dalam sambutannya, dengan Takbir ini kita saling memaafkan, mari kita lepaskan Bulan Suci Ramadhan dan kita sambut bulan kemenangan 1 Syawal 1443 H mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok atau golongan orang-orang yang berhasil meraih kemuliaan.
“Hingga detik ini kita masih belum keluar dari wabah Covid 19, walaupun pagi ini kita bertemu dan semoga semakain membaik kedepannya,”Ujarnya.
Ditengah liburan panjang dan harus mudik lebaran ini, izinkan kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bungo kami mengajak kepada kita semua dan selueuh masyarakat Kabupaten Bungo untuk memutuskan mata rantai Covid 19 dan menghimbau bagi masyarakat yang belum mendapatkan Vaksinasi Covid 19 untuk segera melakukan Vaksinasi dan melengkapinya dengan Vaksinasi Boster bagi yang sudah selesai Vaksin pertama dan kedua.
“Hari ini perlu kami sampaikan karna kita tidak ingin kemuliaan bersiraturahmi dan saling berkunjung ke keluarga Masing-masing karna kondisi ini malah jadi sumber mata rantai penyebaran Covid 19, mari kita tetap harus disiplin dan patuhi Protokol Kesehatan dalam bersiraturahmi.”Kata Wakil Bupati Bungo H.Safrudin Dwi Aprianto.,S.Pd.
Kita berdoa kepada Allah SWT semoga Virus Covid 19 ini cepat berakhir.
Sementara itu Bupati Bungo H.Mashuri.SP.ME dalam khutbahnya menyampaikan, Pagi ini segenap kaum muslimin dipersada negeri menunaikan sholat dan merayakan Idul Fitri dengan Khalayak dan penuh kepasrahan gema takbir, tahlil, tahmid dan tasbih berkumandang disegenap cakrawala dengan segala kerendahan hati dan penuh pengharapan dari setiap insan beriman, semua berpusat dan bermuara sebagai wujud ibadah untuk mendekatkan diri kepada dzat ilahi guna meraih ridha dan anugrah allah yang maha penyayang dan maha bijaksana.
“Idul Fitri tiba kita umat islam menjalankan ibadah wajib puasa ramadhan selama satu bulan penuh sepanjang bulan suci tersebut.
Ramadhan merupakan arena kita berlatih menahan diri dari segala mac godaan material yang bisa membuat kita lupa diri,”Kata H.Mashuri.
Jika puasa menghasilkan takwa, maka saat ini selayaknya kita bertanya kepada diri kita sudahkah saya berhasil menggapai ketakwaaan itu.
Dalam konteks Ramadhan dan Idul Fitri sifat takwa
Pertama
Ini sebenarnya sudah dimulai didorong oleh islam melaui ajaran zakat fitrah, bahwa rapor kelulusan puasa harus ditandai dengan mengorbankan sebagian kekayaan kita dan menaruh kepeduliaan kepada mereka yang lemah.
Kedua
Mampu menahan amarah, marah merupakan gejala manusiawi tapi orang-orang yang bertagwa tidak akan mengumbar marah begitu saja, ramadhan semestinya telah melatih orang untuk berlapang dada, bijak sana dan tetap sejuk menghadapi situasi sepanas apapun.
Ketiga
Hal yang paling utama bagi umat islam setelah bulan ramadhan adalah mempertahankan konsistensi pasca ramadhan, ramadhan merupakan madrasah untuk melatih diri sehingga kita menjadi manusia-manusia bertakwa.(FB)







