Dalang Peretasan Bank Jambi Masih Misteri, Polda Jambi Tunggu Hasil Audit Forensik

Gambar : Gedung Bank 9 Jambi

FAKTA JAMBI – Misteri di balik serangan siber yang melumpuhkan sistem layanan Bank Jambi hingga kini masih belum terungkap. Meski laporan kasus telah masuk sejak Februari 2026, aparat kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka.

Kasus dugaan peretasan yang menyebabkan hilangnya dana sejumlah nasabah ini kini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi.

Bacaan Lainnya

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, mengungkapkan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan pihaknya tengah menunggu hasil audit forensik digital.

“Masih dalam proses penyelidikan, kita sedang menunggu hasil audit forensik,” ujarnya.

Dalam upaya mengungkap pelaku, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dari berbagai pihak. Mereka yang dipanggil meliputi jajaran direksi bank, staf internal, hingga pihak ketiga yang memiliki akses terhadap sistem teknologi Bank Jambi.

Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan celah keamanan serta mengetahui bagaimana sistem perbankan tersebut bisa ditembus oleh peretas.

Audit forensik digital yang saat ini ditunggu menjadi kunci penting dalam mengurai pola serangan, sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, kondisi operasional Bank Jambi pasca-serangan siber pada 22 Februari 2026 belum sepenuhnya pulih. Hingga kini, layanan perbankan masih mengalami gangguan serius.

Beberapa kondisi yang masih terjadi di antaranya:

Mobile banking belum bisa diakses sama sekali

Layanan ATM dibatasi pada jam tertentu

Nasabah diwajibkan mengganti kartu dan PIN secara langsung di kantor cabang

Keterbatasan layanan ini tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama nasabah yang bergantung pada transaksi digital sehari-hari.

Pihak Bank Jambi bersama tim kuasa hukumnya telah melaporkan insiden ini secara resmi kepada kepolisian pada 23 Februari 2026, setelah menemukan adanya aktivitas ilegal dalam sistem mereka.

Sejak saat itu, penyelidikan terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Hingga kini, publik masih menantikan kejelasan terkait siapa dalang di balik serangan siber yang melumpuhkan salah satu bank daerah tersebut.

Hasil audit forensik digital diharapkan dapat menjadi titik terang dalam mengungkap pelaku sekaligus memperkuat sistem keamanan perbankan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(FB)

Pos terkait