FAKTA BUNGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesbangpol Kabupaten Bungo mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam seperti longsor, banjir, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun wilayah Kabupaten Bungo, Kabupaten Bungo, secara resmi telah memasuki musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan BPBD & Kesbangpol Bungo Zainadi,S.,Pd.,M.M menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa Kabupaten Bungo mulai memasuki musim kemarau sejak kemarin. Namun demikian, kondisi cuaca di lapangan masih menunjukkan hujan turun hampir setiap malam.
Menurut BPBD Bungo, hujan yang masih terjadi secara rutin pada malam hari memberikan dampak positif karena dapat mengurangi risiko kekeringan selama musim kemarau.
“Alhamdulillah, berdasarkan rilis BMKG, kita sudah memasuki musim kemarau. Namun hujan masih turun hampir setiap malam sehingga dapat mengurangi risiko kekeringan,” ujar Kaban BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo Zainadi, Senin (11/06/2026).
Selain itu, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan terkait banjir dari para camat maupun instansi terkait di Kabupaten Bungo.
Zainadi menyebutkan, kondisi di seluruh wilayah Kabupaten Bungo relatif aman dari banjir.
“Sampai saat ini tidak ada laporan dari camat maupun pihak terkait mengenai daerah yang mengalami banjir,” jelasnya.
Meski begitu, beberapa hari lalu sempat terjadi longsor di Dusun Timbolasi, Kecamatan Batin III Ulu.
Material longsor berhasil dibersihkan dalam waktu sekitar 4 hingga 5 jam, sehingga akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
BPBD Kesbangpol Bungo memastikan penanganan longsor di Dusun Timbolasi berjalan cepat dan efektif.
“Sekitar 4 sampai 5 jam setelah kejadian, jalan sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat,” ungkap Zainadi.
Penanganan cepat tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas warga dan distribusi barang tidak terganggu terlalu lama.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, yakni hujan dan panas terik secara bergantian, BPBD Bungo meminta masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk selalu berhati-hati.
Wilayah perbukitan dengan tebing tinggi memiliki potensi longsor yang cukup tinggi, terutama saat hujan deras.
“Pengguna jalan yang melintasi daerah ulu agar lebih waspada terhadap bahaya longsor,” imbaunya.
Selain longsor, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat saat musim kemarau.
BPBD Bungo mengimbau masyarakat agar:
Tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menggunakan alat berat atau metode lain yang lebih aman saat membersihkan lahan.
BPBD Bungo mencatat sedikitnya lima kecamatan yang rawan terjadi longsor, yaitu:
Limbur Lubuk Mengkuang
Batin III Ulu
Rantau Pandan
Pelepat
Wilayah sekitar Empelu yang berbatasan dengan Teluk Pandak
Untuk potensi banjir, BPBD Bungo menyebut ada sekitar 75 dusun yang berada di dataran rendah dan rawan tergenang jika hujan deras turun dalam durasi yang lama.
Dusun-dusun tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bungo.
BPBD Bungo mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bungo untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing.(FB)







