FAKTA BUNGO – Gubernur Jambi Al Haris Sampaikan Duka Mendalam atas Longsor di Bungo yang Tewaskan Anak 11 Tahun
Bungo, Jambi – Al Haris menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Bencana yang terjadi pada Rabu (13/5/2026) tersebut menelan korban jiwa seorang anak berusia 11 tahun.
Dalam keterangannya, Al Haris menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang sampai memakan korban jiwa. Kita terus menunggu laporan lengkap terkait kejadian ini,” ujar Al Haris.
Peristiwa longsor terjadi sekitar siang hari setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bungo. Tebing di belakang rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, tidak mampu menahan debit air sehingga runtuh dan menimpa bagian belakang rumah.
Material longsor menimbun satu keluarga yang berada di dalam rumah, yakni:
Suryani (40)
Arya (11)
Revita (4)
Tim gabungan dari Basarnas Jambi, BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat langsung melakukan evakuasi.
Hasil evakuasi menyatakan:
Suryani berhasil diselamatkan
Arya (11) ditemukan meninggal dunia
Revita (4) berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit
Gubernur Jambi meminta Pemerintah Kabupaten Bungo segera turun tangan untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, dan penyaluran bantuan berjalan cepat.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Pemerintah daerah harus cepat membantu warga terdampak longsor agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar,” tegasnya.
Selain itu, Al Haris juga menginstruksikan agar Pemkab Bungo segera mendata kerugian, kondisi rumah warga, serta fasilitas umum yang terdampak.
Menurutnya, jika diperlukan, Pemerintah Provinsi Jambi siap memberikan bantuan tambahan setelah menerima laporan resmi dari pemerintah daerah.
Al Haris menekankan pentingnya penanganan darurat agar masyarakat tidak terlambat menerima bantuan.
“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” ujarnya.
Memasuki musim penghujan, Al Haris mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai.
Ia juga meminta instansi terkait terus menyampaikan informasi cuaca dan potensi bencana kepada masyarakat agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini.
Musibah longsor di Dusun Empelu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait diharapkan terus bersinergi agar penanganan korban dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan cepat.
Seluruh masyarakat Jambi turut berduka cita atas meninggalnya Arya (11), dan berharap Suryani serta Revita segera pulih.(**)





