Selamat Jalan Bapak Pembangunan, Mengenang Sosok Drs. H. Zulfikar Achmad, Pengabdianmu Akan Tetap Hidup dalam Kenangan

Gambar : Drs.Zulfikar Achmad

FAKTA BUNGO – Ada pertemuan yang menghadirkan kebahagiaan, ada pula perpisahan yang meninggalkan luka mendalam. Hari ini, Kabupaten Bungo berduka. Seorang putra daerah, sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah dan pembangunan Kabupaten Bungo, Drs. H. Zulfikar Achmad, telah berpulang ke hadapan Allah SWT.

Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga menjadi duka bagi masyarakat yang pernah mengenal, menyaksikan, dan mengikuti perjalanan pengabdiannya.

Bacaan Lainnya

Drs. H. Zulfikar Achmad merupakan sosok yang pernah dipercaya memimpin Kabupaten Bungo selama dua periode sebagai Bupati. Sebuah perjalanan panjang yang menjadi bagian dari sejarah daerah yang kita cintai ini.

Setelah menyelesaikan pengabdiannya di tingkat daerah, beliau kembali melanjutkan kiprah di tingkat nasional sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Jambi.

Kini, sosok yang dahulu hadir di tengah perjalanan pemerintahan dan masyarakat itu telah tiada. Tak ada lagi kesempatan untuk bertemu, menyapa, ataupun mendengar langsung nasihat dan pemikirannya.

Namun, bukankah manusia pada akhirnya akan pergi, sementara kenangan dan jejak pengabdiannya akan tetap tinggal?

Waktu mungkin akan terus berjalan. Generasi akan silih berganti. Kepemimpinan akan terus berubah. Tetapi nama Drs. H. Zulfikar Achmad akan tetap tercatat dalam lembaran sejarah Kabupaten Bungo.

Kita boleh kehilangan sosoknya, tetapi tidak harus kehilangan kenangan tentang perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Baca Juga :  Dinas TPH &Bun Terima 4 Unit Traktor Dari Kementerian Pertanian RI

Selamat jalan, Bapak Drs. H. Zulfikar Achmad.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Bungo. Terima kasih atas waktu, tenaga, pemikiran, dan pengabdian yang telah diberikan untuk daerah dan masyarakat.

Hari ini, kami hanya bisa mengiringi kepergianmu dengan doa. Semoga segala kebaikan menjadi amal jariyah, segala pengabdian menjadi pahala, dan segala kekhilafan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi takdir ini.

Pergimu meninggalkan duka, namamu meninggalkan kenangan, dan pengabdianmu akan tetap menjadi bagian dari sejarah Bungo.

Innalillahi wa innailaihi raji’un.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Selamat jalan, tokoh Bungo. Semoga husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

FaktaBungo.com

Pos terkait