Berikut Catatan Fachrori Umar Mulai Dari Calon Bupati Bungo, Hingga Wagub 2 Periode

Spread the love

FaktaBungo.com,Jambi РFachrori Umar secara resmi menjadi Gubernur Jambi terhitung mulai hari ini, Rabu (12/2). Ini setelah dia dilantik sebagai gubernur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pukul 16.00 WIB, sore hari ini. Pengangkatan Fachrori Umar adalah  tindak lanjut dari pengisian jabatan setelah gubernur sebelumnya, Zumi Zola, tersandung masalah hukum yang ditangani KPK.

Perjalanan karier Fachrori Umar di perpolitikan Jambi berawal dari kekalahannya saat ikut bertarung di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bungo. Awalnya, dia sempat diprediksi bakal menang telak pada Pilkada tahun 2006 itu berpasangan dengan Hasyim Ayub.

Prediksi banyak pihak, suara yang bakal dikantonginya kala itu bakal meledak. Ini lantaran ditopang oleh banyaknya dukungan masyarakat dan juga faktor keluarga besarnya yang sangat dikenal di masyarakat Bungo.

Ternyata prediksi itu meleset. Dia justru kalah oleh pasangan Zulfikar Ahmad-Sudirman Zaini, dan yang bersangkutan akhirnya dilantik sebagai Bupati Bungo.

Selepas kekalahannya cukup lama nama Fachrori Umar tak terdengar di perpolitikan Jambi.

Fachrori mengawali kariernya bukanlah dari partai politik. Dia adalah pejabat yang berkarier di lingkup Mahkamah Agung. Mengawali kariernya sebagai hakim Pengadilan Agama di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun 1982-1984. Dia selanjutnya pulang kampung dan menjadi hakim di Pengadilan Agama Muara Bungo tahun 1984-1997.

Kariernya mulai menanjak. Selepas itu dia diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Bangko pada 1997-1998. Lalu menjadi Ketua Pengadilan Agama Kota Jambi tahun 1999-2003. Pada tahun 2003-2008 kariernya kembali naik dengan diangkat sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jambi pada 2003-2008 dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado tahun 2008-2010.

Dalam sebuah kesempatan, Fachrori Umar sempat menceritakan perjalanan kariernya kepada detik.com pada 22 September 2018. Seperti dikutip dari situs web berita tersebut, Fachrori mengaku awalnya tak pernah membayangkan bakal menjadi seorang pemimpin daerah.

Saat kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini bernama UIN Syarif Hidayatullah), dia memilih jurusan syariah. Cita-citanya adalah menjadi seorang hakim. Ini tak terlepas dari latar belakang pendidikannya. Sebelum kuliah di IAIN, Fachrori adalah lulusan pesantren dan Madrasyah Tarbiyah Islamiyah di Candung, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Perkenalannya kali kedua di perpolitikan Jambi berawal dari kedekatannya dengan Hasan Basri Agus (HBA) beberapa tahun setelah dia mencalonkan diri di Pilkada Bungo. HBA saat itu masih menjabat sebagai Sekda Kota Jambi dan Fachrori menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Jambi.

“Jadi dulu saat saya menjadi Ketua Pengadilan Agama Kota Jambi, saya dekat dengan Sekda Kota Jambi saat itu, yakni Pak Hasan Basri Agus. Nah, 2010 saya diminta mendampingi beliau sebagai wakil gubernur,” kata Fachrori Umar kepada detik.com.

Pada saat tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi itu, nama Fachrori Umar awalnya tak pernah disebut. Ada pun kabar burung memunculkan namanya akan berpasangan dengan HBA, banyak orang tak percaya.

Nama Fachrori Umar kalah tenar dengan nama Abdullah Hich yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Sementara Fachrori tidak pernah terdengar namanya di kancah perpolitikan karena fokus dengan tugasnya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado, Sulawesi Utara.

Menjelang penetapan nama pun nama Abdullah Hich nyaris bisa dipastikan bakal menjadi calon wakil gubernur mendampingi HBA. Namun, detik-detik terakhir berubah, nama Fachrori Umar yang akhirnya dipilih. Belakangan pasangan HBA-Fachrori pun terpilih melalui pemungutan sura di Pilkada dan akhirnya dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Pasangan ini awet satu periode saja. Pada Pilkada selanjutnya, HBA saat itu tak lagi memilih Fachrori sebagai pasangannya. Dia memilih figur lain. Sementara Fachrori Umar sendiri digaet Zumi Zola yang juga maju di Pemilihan gubernur. Akhirnya, bukan HBA, pasangan Zumi Zola

Reporter : M.,Zulfikar