Miris Pihak Rumah Sakit Permata Hati Tertutup Terkait Pasien Covid-19 Meninggal

BUNGO530 views
Spread the love

FAKTABUNGO.COM –Muhammad Amir Rohsidin (31) warga dusun sungai Tembang kecamatan Tanah Sepenggal Lintas kabupaten Bungo harus terpaksa kehilangan istri tercintanya saat melahirkan anak pertama,Sabtu (05/12) sore.

Sebelumnya istri di rawat rumah sakit permata hati untuk persalinan anak pertama dari pasangan Muhammad Amir Rohsidin dengan Rosmita pada hari Jumat kemarin masuk rumah sakit. Anaknya lahir dengan selamat dan sehat dengan jenis laki-laki yang di pangkuan oleh neneknya.

Muhammad Amir Rohsidin suami dari pasien meninggal mengatakan kepada awak media sangat tidak masuk akal istri terkenal covid-19,sebelumnya istri saya masuk rumah sakit dalam keadaan sehat persalinan. Setelah itu pada pukul 01.00 wib di lakukan operasi persalinan dengan selamat tampak ada sedikitpun alangan.

Setelah di lakukan operasi pada malamnya di lakukan operasi sekitar pukul 13.00 wib kembali dengan alasan pengangkatan rahim serta pendarahan hebat dan memerlukan transfusi darah untuk penyelamatan nyawa istri saya, setelah itu menjelang satu jam istri saya meninggal dunia dan di kabarkan oleh dokter bawa istri saya terkenak covid-19,”ucap Muhammad Amir Rohsidin.

Tak terima disitu ia juga sempat kesal mengatakan mengapa istri saya di katakan Covid-19,kena tidak dari awal masuk kenapa sudah meninggal, lalu dibawa ke ruang di bawah peristirahatan katanya dipanggil lagi sama dokternya suruh ngambil lagi satu kantong lagi darah sudah operasi itu belum positif katanya,”ucap lagi sambil mengeluarkan air mata.

Terpisah Camat tanah sepenggal lintas Endi membenarkan ada kejadian pasien yang meninggal di rumah sakit informasinya baru sore ini saya ketahuan dapat laporan dari kampung ada warga kita bersama keluarga pasien dari sungai tembang melahirkan meninggal informasi dari beliau ini dinyatakan positif Corona, kami tentu atas informasi dari Kepala Dinas kesehatan tadi bawa pasien meninggal di boleh dikubur di Dusun dengan catatan memakai dan mengikuti pemakaman secara protokol kesehatan.

Sempat ricuh sebelumnya setelah di berikan pemahaman dari dinas kesehatan warga terima dan informasi dari keluarga untuk bayi yang berjenis laki-laki telah di bawa kerumah kediaman orang tuanya,”jelaskan Endi.

Berbeda dengan pemilik rumah sakit Dokter Usnul terkesan tertutup saat di wawancarai oleh awak media, ia mengatakan no komen silahkan tanyak ke lainya. sebagai pemilik rumah sakit seharusnya memberikan tanggapan sebenarnya bukan harus pergi meninggalkan awak media.(Red)