Diduga Crazy Rich Asal Rimbo Bujang Jambi Dwi Hartono Terungkap Jadi Dalang Penculikan & Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Jakarta

Gambar : Dwi Hartono Pria Asal Rimbo Bujang Jadi Mengisi Acara Seminar Di Jakarta

FAKTA TEBO – Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu Bank BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37), memasuki babak baru. Polisi berhasil menangkap empat aktor intelektual yang diduga menjadi otak di balik peristiwa tragis ini. Salah satunya adalah sosok pengusaha asal Jambi, Dwi Hartono (DH), yang dikenal publik sebagai Crazy Rich Jambi.

Selain Dwi Hartono, tiga orang lainnya yang ditangkap yakni YJ, AA, dan C. Penangkapan DH, YJ, dan AA dilakukan saat ketiganya berada di dalam sebuah mobil di kawasan Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2024). Sementara tersangka C diamankan sehari kemudian di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Sosok Dwi Hartono kini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai terduga dalang penculikan dan pembunuhan Ilham. Padahal, selama ini ia dikenal luas sebagai pengusaha sukses sekaligus motivator bisnis.

Dari Motivator BNN hingga Pemilik Dua Perusahaan Digital

Penelusuran terhadap rekam jejak Dwi Hartono mengungkap sisi lain kehidupannya. Melalui akun Instagram @klanhartono, ia kerap membagikan aktivitasnya sebagai pembicara seminar. Salah satunya ketika ia menjadi narasumber dalam sebuah acara Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 6 Juni 2024.

“Ngisi seminar bareng para jenderal dan profesor. Bersama Mayor Jenderal Iwan Setiawan dan Mayor Jenderal Herwin Suparjo,” tulis Dwi dalam unggahannya.

Selain menjadi motivator, Dwi Hartono juga dikenal sebagai pemilik dua perusahaan digital, yaitu PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI). PT DAI mengembangkan aplikasi bimbingan belajar online bernama Guruku, yang bergerak di bidang pendidikan nonformal dan memberikan layanan untuk pelajar, tenaga pendidik, hingga pelaku UMKM.

Kantor kedua perusahaan tersebut berada di sebuah rumah mewah bergaya modern di kawasan Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor. Logo aplikasi Guruku bahkan terpampang jelas di depan rumah sekaligus kantor tersebut.

Sementara itu, PT Hartono Mandiri Makmur diketahui berfokus pada pengembangan software dan aplikasi, meski situs resmi perusahaannya, Warunggaib.com, kini tidak bisa diakses.

Citra Crazy Rich Jambi yang Dermawan

Di wilayah Jambi, Dwi Hartono selama ini dikenal dengan julukan Crazy Rich Jambi. Ia kerap membangun citra diri sebagai sosok dermawan, salah satunya dengan membagikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu.

Di media sosial, Dwi juga sering memamerkan kedekatannya dengan sejumlah tokoh nasional. Beberapa di antaranya yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam acara buka puasa bersama pada Maret 2025, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Namun, setelah namanya terseret dalam kasus ini, akun Instagram miliknya langsung dibanjiri hujatan warganet. Banyak netizen yang tak menyangka sosok yang selama ini tampil sebagai pengusaha sukses dan filantropis ternyata diduga menjadi otak sebuah kejahatan besar.

Polisi Sudah Tangkap 8 Tersangka

Sebelum mengamankan Dwi Hartono dan tiga rekannya, polisi sudah lebih dulu menangkap empat pelaku lain yang berperan langsung sebagai eksekutor penculikan. Mereka masing-masing berinisial AT, RS, RAH, dan RW.

Kedelapan tersangka kini ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih terus mendalami motif para pelaku, termasuk keterlibatan jaringan lain, guna mengungkap seluruh kebenaran kasus kematian tragis Mohamad Ilham Pradipta.

Kasus ini masih berkembang, dan publik menanti kepastian hukum terhadap para tersangka yang diduga merencanakan dengan matang aksi penculikan sekaligus pembunuhan yang menghebohkan tersebut.(FB)

Pos terkait