FAKTA BUNGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo menggelar rapat paripurna penyampaian jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Bungo Tahun 2025.
Rapat yang digelar pada Kamis, 18 September 2025 ini dipimpin Ketua DPRD Bungo, M. Adani S.H., M.Kn, dan dihadiri Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, unsur pimpinan DPRD, anggota dewan, staf ahli bupati, asisten, kepala OPD, para kabag, camat, lurah, dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Bungo secara resmi menyampaikan jawaban atas berbagai pertanyaan, saran, kritik, dan harapan yang sebelumnya disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna sebelumnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pandangan umum dan masukan yang diberikan. Semua pertanyaan dan saran yang memiliki substansi sama akan kami jawab secara kolektif,” ujar Wakil Bupati Bungo dalam sambutannya.
Tri Wahyu Hidayat juga menegaskan, seluruh masukan dari DPRD akan menjadi perhatian serius Pemkab Bungo dalam pelaksanaan program pembangunan daerah ke depan.
Lima Poin Jawaban Pemkab Bungo dari Fraksi NasDem
Dalam penyampaian jawaban yang diawali dengan menanggapi Fraksi NasDem yang sebelumnya disampaikan oleh Edi Kusnadi, S.IP, Pemkab Bungo menyoroti lima poin utama sebagai berikut:
1. Fokus Utama Pembangunan Daerah
APBD Perubahan 2025 tetap memprioritaskan pembangunan di tiga sektor strategis, yaitu:
Pendidikan: Rp397 miliar lebih
Kesehatan: Rp316 miliar lebih
Perekonomian: Rp17 miliar lebih
Wabup menegaskan, ketiga sektor ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Bungo.
2. Pergeseran Anggaran dan Transparansi
Menanggapi pertanyaan fraksi mengenai mekanisme pergeseran anggaran, Pemkab Bungo memastikan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Semua penyesuaian anggaran telah memiliki payung hukum yang jelas melalui Peraturan Bupati Bungo Nomor 31 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pergeseran Anggaran. Setiap penambahan maupun pengurangan anggaran belanja dilakukan sesuai prosedur yang telah diatur, sehingga tetap transparan dan akuntabel,” tegas Wabup.
3. Strategi Pencapaian Target PAD
Terkait strategi mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Bungo melakukan beberapa langkah konkret, antara lain:
Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang pentingnya membayar pajak dan retribusi daerah.
Penagihan aktif terhadap pajak yang tertunggak.
Pemberian reward kepada wajib pajak yang taat
Selain itu, Pemkab Bungo terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan OPD terkait agar penyaluran dana transfer dari pusat berjalan tepat waktu.
4. Optimalisasi Pelaksanaan Kegiatan
Pemkab Bungo memastikan sebagian besar kegiatan fisik yang dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025 sudah mulai berjalan karena bersumber dari pergeseran anggaran sebelumnya.
Untuk program baru yang baru masuk dalam APBD Perubahan, Pemkab mempercepat lelang dini, sehingga kontrak pekerjaan dapat segera ditandatangani setelah dokumen DPPA terbaru terbit.
“Monitoring terus kami lakukan, terutama terhadap kegiatan yang bersumber dari dana transfer, agar pelaksanaannya tepat waktu dan sesuai target,” kata Wabup.
5. Digitalisasi Pajak dan Layanan Publik
Menanggapi saran DPRD terkait peningkatan kualitas layanan publik, Pemkab Bungo menegaskan komitmennya memperluas digitalisasi, khususnya dalam pembayaran pajak daerah dan administrasi perpajakan.
Langkah ini bertujuan untuk memperluas basis wajib pajak, mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, serta meningkatkan transparansi keuangan daerah.
“Meski fiskal kita terbatas, Pemkab Bungo tetap berupaya maksimal meningkatkan pelayanan publik melalui inovasi digital,” jelas Wabup.
Harapan Pemkab Bungo
Dengan penyampaian jawaban ini, Pemkab Bungo berharap dapat memperkuat sinergi dengan DPRD dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Wabup Tri Wahyu Hidayat menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya kerja sama semua pihak demi kemajuan Bungo, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
“Kami berharap, langkah-langkah ini dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong kemajuan Kabupaten Bungo di berbagai sektor,” pungkasnya.(FB)






