FAKTA BUNGO – Antrean panjang kendaraan untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline terjadi di SPBU 24.372.44 Kabupaten Bungo sejak 21 hingga 23 Desember 2025. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena antrean sempat mengular dan mengganggu arus lalu lintas di pusat Kota Muara Bungo.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Hasbi Anshory Selaku anggota komite BPH Migas melalui Laporan Kejadian Penting (LKP) sementara sebagai bentuk monitoring dan evaluasi penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Bungo.
SPBU 24.372.44 merupakan SPBU strategis yang terletak di pusat Kabupaten Muara Bungo dan berada di jalur utama perlintasan kendaraan dari arah Kabupaten Merangin, Kota Jambi, hingga menuju Padang, dengan suplai BBM berasal dari Fuel Terminal (FT) Jambi.
Antrean panjang ini dipicu oleh insiden kebakaran yang terjadi di SPBU 24.372.28 pada 14 Desember 2025. Pasca kejadian tersebut, SPBU 24.372.28 dihentikan sementara operasionalnya untuk proses pembinaan serta pengecekan aspek keselamatan (safety). Selain itu, SPBU 24.372.78 juga tengah menjalani proses pembinaan dan pengecekan serupa.
Akibatnya, konsumen beralih ke SPBU terdekat, salah satunya SPBU 24.372.44 dengan jarak sekitar 2,2 kilometer, sehingga terjadi penumpukan kendaraan dan antrean panjang.
Situasi semakin diperburuk dengan adanya keterlambatan suplai BBM pada 21 Desember 2025 di sejumlah SPBU Kabupaten Bungo. Keterlambatan ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah mobil tangki, akibat kondisi RAE beberapa produk BBM yang kritis di wilayah Jambi, sehingga sebagian distribusi dialihkan ke Fuel Terminal Linggau.
Kondisi suplai yang tersendat tersebut memicu kepanikan publik dalam pembelian BBM, yang berujung pada lonjakan antrean di sejumlah SPBU.
Sebagai tindak lanjut, penyaluran BBM dari SPBU 24.372.28 yang terdampak kebakaran dialihkan secara reguler ke SPBU sekitar, yaitu:
SPBU 24.372.44 (jarak ±2,2 km)
SPBU 24.372.48 (jarak ±4,3 km)
SPBU 24.372.21 (jarak ±5,7 km)
Selain itu, dilakukan perbantuan armada mobil tangki sebanyak 19 unit berkapasitas 16 KL guna mempercepat pemulihan dan build up stok BBM di wilayah Jambi.
Khusus untuk Kabupaten Bungo, dilakukan prioritas percepatan suplai BBM, terutama pada SPBU yang berada di sekitar lokasi SPBU terdampak kebakaran.
Berdasarkan laporan per 23 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, kondisi stok dan rencana pengiriman BBM di beberapa SPBU sekitar adalah sebagai berikut:
SPBU 24.372.21
Pertalite: 22 KL / rencana 8 KL
Pertamax: 9 KL / 0 KL
Bio Solar: 3 KL / 8 KL
Dexlite: 9,7 KL / 8 KL
SPBU 24.372.48
Pertalite: 5 KL / 16 KL
Pertamax: 0 liter / 16 KL
Bio Solar: 6 KL / 8 KL
Dexlite: 5,7 KL / 0 KL
SPBU 24.372.44
Pertalite: 21 KL / 8 KL
Pertamax: 2 KL / 8 KL
Dexlite: 6 KL / 8 KL
SPBU 24.372.67
Pertalite: 16 KL / 16 KL
Pertamax: 3 KL / 8 KL
Dexlite: 5,7 KL / 0 KL
BPH Migas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk membantu pengendalian antrean agar tidak mengganggu badan jalan dan aktivitas masyarakat.
SPBU juga diarahkan untuk mematuhi SOP penyaluran JBKP Pertalite, serta mengaktifkan marshall SPBU guna memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran.
Laporan LKP sementara ini telah disampaikan kepada Hasbi Anshory Selaku Anggota komite BPH Migas, dan pihak terkait masih menunggu arahan lanjutan guna menjaga stabilitas distribusi BBM di Kabupaten Bungo, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru.(FB)







