19 Puskesmas di Bungo Sudah Terakreditasi, Kadinkes Soroti Pentingnya Komunikasi dengan Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dr. H. Safaruddin M, MPH., MH., Sp. KKLP., FISQua., CPCCP

FAKTA BUNGO –  Pemerintah Kabupaten Bungo terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu capaian yang telah diwujudkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo adalah seluruh 19 puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut telah memiliki status akreditasi.

Namun, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana dan prasarana. Kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komunikatif, informatif dan mudah dipahami masyarakat juga menjadi perhatian utama.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, dr. H. Safaruddin M, MPH., MH., Sp. KKLP., FISQua., CPCCP, mengatakan bahwa secara umum pelayanan kesehatan di Kabupaten Bungo menunjukkan perkembangan yang baik.

Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan pada Sabtu sore (31/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan harus didukung hubungan komunikasi yang baik antara petugas medis dan masyarakat sebagai penerima layanan.

Ia menilai, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap tahapan pelayanan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga penanganan medis, dapat dipahami dengan baik.

Dengan pemahaman yang sama, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan petugas kesehatan.

Perluasan Layanan Rawat Inap di Lima Puskesmas

Tidak hanya mempertahankan mutu pelayanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo juga melakukan pengembangan kapasitas pelayanan di sejumlah wilayah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan status lima puskesmas menjadi puskesmas perawatan.

Peningkatan status tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut tanpa harus langsung menuju rumah sakit.

Baca Juga :  Kadis Kesehatan Bungo Beri Ucapan Selamat Kepada Bidang Kesmas Atas Raihan 4 Penghargaan Di Provinsi Jambi

Meski demikian, perubahan status tersebut harus diikuti dengan proses akreditasi ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

Beberapa puskesmas yang telah menjalani proses reakreditasi di antaranya Puskesmas Pelayanan, Limbur, Rantau Keloyang dan Muara Buat. Sementara Puskesmas Pulau Batu dijadwalkan menyusul pada awal bulan berikutnya.

Dinas Kesehatan saat ini masih menunggu hasil resmi proses akreditasi tersebut. Selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi bagian dari tindak lanjut penguatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Fasilitas USG Sudah Tersedia di Seluruh Puskesmas

Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas ultrasonografi (USG).

Saat ini, seluruh 19 puskesmas di Kabupaten Bungo telah dilengkapi alat USG untuk mendukung pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi kondisi kehamilan sesuai indikasi medis sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan juga memastikan tenaga medis yang menjalankan pemeriksaan telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi.

Program ini telah berjalan lebih dari dua tahun dan menjadi salah satu upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Bungo.

Masyarakat Akan Lebih Mudah Mengakses Informasi Penyakit

Mengikuti perkembangan teknologi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo juga menyiapkan penguatan sistem informasi kesehatan berbasis digital melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sistem tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi kesehatan dan tren penyakit di wilayah Kabupaten Bungo.

Informasi nantinya diharapkan dapat disajikan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga pedesaan.

Untuk mendukung penyebaran informasi, layar LCD direncanakan tersedia di masing-masing puskesmas sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan ketika mengakses pelayanan.

Program digitalisasi ini diharapkan menjadi sarana transparansi sekaligus edukasi publik agar masyarakat semakin memahami kondisi kesehatan di lingkungannya.

Baca Juga :  Polres Bungo Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Pengamanan Nataru 2024

Ketersediaan Dokter Masih Perlu Diperhatikan

Di tengah berbagai program peningkatan pelayanan, persoalan pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo.

Sejumlah puskesmas yang telah ditingkatkan menjadi puskesmas perawatan masih membutuhkan tambahan tenaga dokter. Dua di antaranya adalah Puskesmas Muara Buat dan Puskesmas Unit 10.

Untuk Puskesmas Kemas 10, salah satu dokter saat ini sedang menjalani pendidikan spesialis. Sementara Puskesmas Morapuat masih menghadapi keterbatasan ketersediaan dokter.

Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi dengan BKD untuk memetakan kebutuhan tenaga kesehatan dan menyesuaikan penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan masing-masing puskesmas.

Selain dokter, kebutuhan tenaga ahli elektromedik juga masih menjadi perhatian. Keterbatasan tenaga tersebut menyebabkan proses kalibrasi sejumlah peralatan medis masih memerlukan bantuan tenaga ahli dari luar daerah.

Labkesda dan Tata Kelola Puskesmas Terus Diperkuat

Pengembangan pelayanan juga dilakukan melalui peningkatan fasilitas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bungo.

Dengan fasilitas pemeriksaan yang semakin lengkap, Labkesda diharapkan dapat memberikan dukungan lebih luas terhadap kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Tidak hanya berfokus pada aspek medis, Dinas Kesehatan juga memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan puskesmas.

Evaluasi dilakukan terhadap administrasi, pengelolaan keuangan dan kelengkapan dokumen. Bahkan, pertemuan bersama pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah dilakukan untuk membahas kesiapan kepala puskesmas menghadapi proses audit independen.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan fasilitas kesehatan yang transparan dan akuntabel.

Pelayanan Kegawatdaruratan Tetap Berjalan 24 Jam

Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian terhadap akses pelayanan BPJS Kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan.

Masyarakat diharapkan memahami prosedur penggunaan BPJS, termasuk ketentuan memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Marak Peti Di Bungo, Sekretaris Pemuda Pancasila Katakan Ini

Puskesmas juga tetap menyediakan pelayanan kegawatdaruratan selama 24 jam untuk menangani kondisi tertentu sebelum pasien mendapatkan penanganan lanjutan atau rujukan ke rumah sakit.

Koordinasi antara puskesmas, rumah sakit dan layanan terkait terus didorong agar penanganan pasien dalam kondisi darurat dapat berjalan lebih terintegrasi.

Kadinkes: Pelayanan Berkualitas Harus Diikuti Edukasi

Kadinkes Bungo dr. H. Safaruddin menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan pemahaman yang benar.

Menurutnya, komunikasi yang efektif merupakan bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang baik, sehingga masyarakat merasa mendapatkan penjelasan yang jelas dan petugas kesehatan dapat menjalankan tugas secara optimal.

Dengan dukungan 19 puskesmas terakreditasi, ketersediaan fasilitas USG, pengembangan Labkesda, digitalisasi informasi serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo berharap akses dan mutu pelayanan kesehatan terus berkembang.

Ke depan, pemerataan tenaga medis dan peningkatan edukasi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bungo.(FB)

Pos terkait