FAKTA BUNGO – Dugaan aksi penipuan dengan mencatut nama J&T Express kembali membuat masyarakat Kabupaten Bungo resah. Modusnya terbilang berbahaya karena pelaku tidak sekadar menawarkan atau menanyakan informasi paket, tetapi diduga mencoba mengarahkan korban untuk memberikan kode keamanan akun WhatsApp.
Tri Hameida Arief selaku korban mengatakan, Informasi yang diterima menyebutkan, pelaku mengawali aksinya dengan mengaku sebagai pihak J&T Express dan menggunakan alasan adanya paket yang sedang dikirim. Setelah korban tersambung melalui telepon, pelaku kemudian mengirimkan tautan dan meminta korban mengikuti instruksi tertentu.
Modus serupa disebut pernah dilakukan menggunakan nomor 0857 6299 4923. Pelaku diduga meminta kode perangkat yang masuk ke WhatsApp korban.
Terbaru, nomor 0831 2443 1580 juga disebut melakukan modus yang hampir sama. Pelaku kembali mengarahkan korban pada tautan yang dikaitkan dengan proses perangkat tertaut WhatsApp dan meminta kode.
Tautan yang dikirim disebut:
“https://wa.me/settings/linked_devices/confirmasi_J&T//kode_paket_pengantaran“
Bukan Sekadar Soal Paket
Ia menambahkan, Jika benar pihak yang menghubungi bukan bagian dari J&T Express, persoalannya tidak lagi sekadar penipuan biasa. Nama dan reputasi perusahaan ekspedisi diduga sedang dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan korban.
Masyarakat tentu bertanya: sampai kapan nama J&T Express akan terus dicatut oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab?
Publik juga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai bagaimana masyarakat dapat membedakan komunikasi resmi J&T Express dengan komunikasi palsu yang mengatasnamakan perusahaan.
Lebih jauh, Tri Hameida Arief membutuhkan kepastian bahwa setiap laporan terkait nomor mencurigakan yang membawa nama J&T Express benar-benar ditindaklanjuti.
J&T Express Jangan Hanya Imbau Warga Berhati-hati
J&T Express tentu memiliki kepentingan untuk menjaga keamanan dan kepercayaan pelanggannya. Karena itu, ketika nama perusahaan kembali digunakan dalam dugaan modus penipuan, respons yang dibutuhkan publik bukan hanya imbauan agar pelanggan berhati-hati.
Masyarakat membutuhkan klarifikasi, langkah pencegahan, mekanisme pelaporan yang mudah, serta tindakan nyata terhadap penyalahgunaan identitas perusahaan.
Jangan sampai masyarakat yang menjadi sasaran harus berjuang sendiri menghadapi pelaku, sementara nama besar perusahaan terus digunakan sebagai alat untuk meyakinkan calon korban.
J&T Express perlu menjelaskan: apakah nomor-nomor tersebut benar bagian dari jaringan resmi perusahaan atau bukan? Jika bukan, langkah apa yang telah dilakukan untuk menindak dan memutus modus tersebut?
Warga Diminta Jangan Berikan Kode Keamanan
Masyarakat harus ekstra waspada. Jangan pernah memberikan OTP, kode verifikasi, kode perangkat, maupun kode keamanan WhatsApp kepada orang lain, sekalipun orang tersebut mengaku sebagai kurir, petugas ekspedisi, marketplace, bank, atau pihak resmi lainnya.
Apabila menerima telepon dengan pola seperti ini, masyarakat sebaiknya menghentikan komunikasi, tidak membuka tautan mencurigakan, melakukan pengecekan melalui kanal resmi perusahaan, dan melaporkan nomor tersebut.
Sebab, satu kode yang diberikan kepada orang yang salah dapat membuka pintu bagi pengambilalihan akun dan penyalahgunaan identitas korban.
Publik Menunggu Jawaban J&T Express
Kasus ini menjadi perhatian karena modusnya menggunakan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan ekspedisi sebagai pintu masuk.
Oleh sebab itu, publik kini menunggu sikap tegas J&T Express.
Apakah J&T Express akan membiarkan nama perusahaannya terus digunakan untuk memperdaya masyarakat, atau akan mengambil langkah nyata untuk membongkar dan menghentikan modus tersebut?
Pertanyaan tersebut layak dijawab secara terbuka demi memberikan rasa aman kepada jutaan pelanggan yang setiap hari menggunakan layanan jasa pengiriman.(FB)






