Nama Aldo Disebut Punya Dua Alat Berat PETI di Sungai Ginseng Dusun Aur Cino

FAKTA BUNGO – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo kembali menjadi sorotan. Banyaknya alat berat yang beroperasi secara ilegal membuat para pengusaha dari berbagai daerah berlomba-lomba melakukan penambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut.

Salah satu nama yang mencuat adalah Aldo, seorang pengusaha warga keturunan Tionghoa yang berasal dari Kota Jambi. Ia dikabarkan memiliki dua unit alat berat yang beroperasi di Dusun Aur Cino, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi yang dihimpun media ini, keberadaan alat berat milik Aldo di wilayah Aur Cino sudah berlangsung cukup lama. Operasional alat tersebut saat ini disebut-sebut diawasi oleh seseorang bernama Nanang yang dipercaya sebagai pengawas lapangan.

Dua alat berat yang beroperasi tersebut diketahui bermerek XCMG dan Hitachi.

Kepada wartawan suarabutesarko.com, seorang narasumber yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial RK mengungkapkan bahwa selain Nanang, terdapat juga nama lain yang disebut sebagai orang kepercayaan bos PETI tersebut.

Menurut RK, oknum Ketua Karang Taruna Dusun Aur Cino bernama Hardi juga disebut-sebut ikut terlibat sebagai pengurus aktivitas alat berat milik Aldo.

“Pengurus dan kaki tangan bos PETI dari Jambi ada Nanang dan Hardi yang saat ini menjadi oknum Ketua Karang Taruna Dusun Aur Cino,” ujar RK., Selasa Sore (10/03/2026).

RK juga menyebutkan bahwa oknum tersebut diduga menerima fee sebesar Rp6 juta dari beberapa alat berat yang beroperasi di wilayah Aur Cino.

Lebih lanjut, RK menjelaskan bahwa aktivitas penambangan emas ilegal tersebut berada di wilayah Batang May, tepatnya di sebuah sungai kecil yang dikenal masyarakat dengan nama Sungai Ginseng.

“Yang merek Hitachi milik Aldo Jambi posisinya ada di Sungai Ginseng,” terang narasumber.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya pengurusan alat berat milik Aldo di Aur Cino sempat dipegang oleh seseorang yang dikenal dengan nama Bang Pen atau Pendi. Namun saat ini pengurusan alat tersebut disebut telah sepenuhnya dipercayakan kepada Nanang dan Hardi.

“Sebelum Ketua Karang Taruna Aur Cino, ada bang Pen yang menjadi pengurus alat berat Aldo Jambi di Aur Cino. Sekarang kabarnya nama Pendi tidak ada lagi dan semua alat sepenuhnya dipercayakan kepada mereka berdua,” tambahnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Nanang yang disebut sebagai pengawas alat berat milik Aldo tidak menyebutkan secara rinci jumlah alat yang diawasinya.

Ia hanya menyampaikan bahwa saat ini aktivitas penambangan sedang tidak berjalan normal.

“Sekarang kondisi sedang macet,” singkat Nanang saat dihubungi wartawan.

Di sisi lain, masyarakat Dusun Aur Cino berharap aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang dinilai semakin merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Bungo.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa meskipun Satgas PETI sering melakukan razia, namun aktivitas penambangan ilegal masih saja berlangsung.

“Razia terus dilakukan oleh Satgas PETI, namun kenapa di Aur Cino masih banyak alat berat yang bekerja merusak alam, salah satunya alat berat milik Aldo Jambi yang saat ini memiliki dua unit alat berat,” ujarnya.

Warga juga berharap kepada Kapolres Bungo yang baru agar dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas PETI di wilayah tersebut.

“Kami berharap kepada bapak Kapolres Bungo yang baru agar bisa menjaga dan merawat alam di Kabupaten Bungo dengan membasmi PETI sampai tuntas,” harap warga.(**)

Pos terkait