oleh

Kecalakaan Di Dusun Tanah Periuk, Satu Orang Tewas Dan 4 Luka-luka

FAKTA BUNGO – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera KM 22 tepat nya di Dusun Tanah Periuk,Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo Sabtu (18/9) sekira pukul 21.00 WIB.

Dari peristiwa ini terjadi dua kendaraan ringsek dan satu orang tewas, serta empat luka-luka.

Informasi yang dihimpun, kendaraan jenis Suzuki Carry nopol BA yang dikemudikan oleh Roni Fernandez (28) warga Jorong Koto, Desa Sibakur, Kecamatan Tanjung Gedang, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar melaju dari arah Dharmasraya.

Diketahui mobil ini ditumpangi oleh Syahrial (61) warga Jorong Koto Panjang, Kelurahan Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya, dan Yelza Fauzan Yunita (29) warga Jorong Koto, Desa Sibakur, Kecamatan Tanjung Gadang.

Kemudian dari arah Bungo melaju kendaraan jenis Nissan double cabin nopol B 9369 SWM dikemudikan oleh Sobri (63) warga Jalan Kawi-kawi Bawah, RT 12 RW 8 Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.

Di dalam mobil ini ditumpangi Dwi Utari (26) warga Jalan Asrama Tribrata Gang Seiko No. 74 RT 001 RW 008, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Saat di KM 22 Jalinsum mobil yang dikendarai Roni melaju cukup kencang dan berusaha mengambil lajur kanan untuk mendahului kendaraan di depannya. Sementara dari arah berlawanan muncul mobil Nissan double cabin yang juga melaju cukup kencang. Akhirnya tabrakan pun tak terhindarkan.

Mobil Carry pun hancur bagian depan, begitu pula mobil Nissan. Akibatnya penumpang bernama Syahrial tewas di tempat kejadian perkara, sedangkan Roni dan Yelza hanya luka ringan. Sementara Sobri dan Dwi Utari hanya luka ringan.

“Betul telah terjadi kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera KM 22 Tanah Sepenggal Lintas. Satu orang tewas atas nama Syahrial, pengemudi Carry Roni Fernandez ditetapkan tersangka. Sedangkan tiga lainnya hanya luka ringan,” ungkap Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro melalui Paur Humas Iptu M Nur, Minggu (19/9).

Kata M Nur, kerugian material, empat puluh juta rupiah, saat kejadian cuaca malam hari cerah, jalan lurus beraspal, marka jalan memanjang tidak putus-putus, arus lalu lintas sedang, jauh dengan rumah penduduk.

“Situasi TKP gelap, tidak ada lampu penerangan jalan,” pungkasnya. (red)

News Feed