Diduga Beberapa Sekolah Di Sarolangun Ikut Ambil Handil Jual Atribut Sekolah Kepada Murid

Gambar : Ketua LSM DPD Tamperak Sarolangun Fahrurozi Sukmana,S.Pdi,M.Pdi

FAKTA SAROLANGUN-Lagi lagi dunia pendidikan di kabupaten Sarolangun diterpa berita miring dugaan pungli mengatas namakan komite kembali terjadi.

Kabar heboh tersebut berawal dari Rozi seorang tokoh aktifis sekaligus sebagai tokoh pendidikan kebetulan juga sebagai ketua LSM Tamperak Kabupaten Sarolangun. Diketahuinya ,ada beberapa sekolah di kabupaten Sarolangun ini menjual pakaian dan atribut lainnya pada siswa baru. Ini memang sudah keterbiasaan sekolah menjual pakaian pada siswa, padahal ini sudah jelas jelas bertentangan dengan PP 17 tahun 2010 yang berbunyi secara tegas melarang setiap sekolah mengadakan kegiatan menjual pakaian,atribut sekolah di lingkungan sekolah. Larangan tersebut tertuang di dalam pasal 181 dan pasal 198 PP no 17 tahun 2010.

Bacaan Lainnya

Kalau terjadi hal ini , maka dapat di beri sangsi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

Dalam penegasannya ketua LSM Tamperak wo rozi.mengatakan.

Pada dasarnya sekolah di larang menjual pakaian seragam apapun bentuknya.kepada peserta didik.

Pihak sekolah hanya membantu pengadaan pakaian seragam sekolah dan sejenisnya pada peserta didik dengan di utamakan prioritas peserta didik yang kurang mampu.secara ekonomi.

“Ya, nanti akan kami laporkan sekolah sekolah yang di duga berbisnis pakaian terhadap siswa baru kepada pihak berwajib,”ucapnya.(Tim)

Pos terkait