FAKTA BUNGO – Polisi mengungkap kasus kematian tragis seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Linceria Silalahi (51) yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rukonya di Jalan Lingkar Barat II, RT 34, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Korban dipastikan meninggal akibat aksi perampokan. Saat ini, pelaku tengah diburu aparat kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Hendra Wijaya Manurung, membenarkan bahwa penyidik mengarah pada dugaan kuat pembunuhan yang disertai perampokan. Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang.
“Iya, mengarah ke perampokan,” kata Hendra, Selasa (2/12/2025).
Dari informasi yang dihimpun, barang yang hilang meliputi emas dan sebuah laptop yang diduga dibawa kabur oleh pelaku. Meski demikian, polisi belum merinci total kerugian karena penyelidikan masih berlangsung.
Hendra menyebut pihaknya sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini sedang melakukan pengejaran.
“Ini semua masih informasi awal. Untuk kepastiannya, mohon sabar, kita sedang bekerja dan akan mengungkap semuanya,” ujarnya.
Hasil autopsi menunjukkan adanya luka pada bagian kepala dan wajah korban akibat senjata tajam.
“Ada beberapa luka di kepala dan bagian wajah. Iya, luka dari senjata tajam,” jelas Hendra.
Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, S, pada Senin pagi (24/11/2025). S datang ke ruko adiknya dan merasa curiga karena tidak ada respon saat pintu diketuk.
“Aku gedor-gedor ‘Dek, dek’, tidak ada bunyi. Lalu aku ke dapur, pintunya terbuka,” kata S.
Merasa ada yang tidak beres, S menghubungi adik lainnya dan mereka masuk ke dalam ruko. Saat itulah mereka menemukan Linceria sudah tergeletak bersimbah darah di lantai.
“Kami tengok sudah berserakan darah pada tubuh korban. Aku langsung telepon keluarga dan minta tolong tetangga,” ujarnya.
Warga sekitar mengenal Linceria sebagai pedagang manisan yang tinggal sendirian di rukonya. Hal inilah yang membuat keluarga langsung khawatir saat tidak mendapatkan jawaban dari korban.
Hingga kini, Polresta Jambi terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk analisis sidik jari, rekaman CCTV, hingga pemeriksaan saksi untuk mempercepat penangkapan pelaku.(**)







