FAKTA BUNGO – Peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo, Jambi, diduga semakin merajalela. Warga mengaku resah karena peredaran barang haram tersebut diduga sudah menyasar berbagai kalangan, termasuk para pemuda dan pekerja tambang emas ilegal.
Beberapa wilayah yang disebut rawan peredaran narkotika di antaranya Dusun Baru Pusat Jalo, Tebing Tinggi, Lubuk Mayan Bedaro, hingga Kecamatan Muko-Muko Bathin VII.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan dan hanya disebut dengan inisial J mengatakan bahwa terdapat beberapa orang yang diduga kuat menjadi pengedar narkotika di wilayah tersebut.
“Ada Jobak, Rahman, dan juga Dasril yang diduga menjadi bandar di wilayah ini. Para pengedar ini masih bebas dan belum tersentuh hukum,” ujar J kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Menurut J, peredaran narkotika tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum yang sudah menjadi pecandu, tetapi juga diduga dipasarkan kepada pekerja penambang emas ilegal di daerah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa sabu-sabu kerap digunakan para penambang sebagai semacam “doping” agar kuat bekerja dalam waktu lama.
“Penambang emas ilegal ini kerjanya bisa siang malam. Jadi sabu ini dijadikan mereka seperti doping supaya kuat bekerja dan tahan dingin di dalam air,” jelasnya.
Lebih lanjut, J mengungkapkan bahwa peredaran narkotika tersebut diduga disuplai oleh dua nama besar yang disebut sebagai pemasok utama.
Menurutnya, setiap kali pengiriman, jumlah barang yang masuk ke wilayah tersebut bisa mencapai sekitar 5 kilogram.
“Sistemnya itu jual dulu baru bayar. Jadi barang diedarkan dulu, nanti setelah laku baru dibayarkan,” katanya.
Maraknya peredaran narkotika tersebut, kata J, sudah sangat meresahkan masyarakat setempat. Banyak pekerja hingga para pemuda yang diduga mulai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Untuk itu, J berharap Satresnarkoba Polres Bungo segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap para pelaku.
“Sudah sangat meresahkan. Banyak pekerja dan juga anak-anak muda yang jadi korban. Kami berharap polisi bisa segera bertindak,” pintanya.
Selain merusak generasi muda, peredaran narkotika tersebut juga disebut berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas di tengah masyarakat.
J mengungkapkan bahwa kasus pencurian di beberapa wilayah kini mulai sering terjadi. Bahkan, barang-barang sederhana milik warga seperti tabung gas kerap menjadi sasaran pencurian.
“Kalau pemakai yang tidak punya pekerjaan, biasanya mereka mencuri. Bisa mencuri hasil kebun masyarakat, bahkan masuk ke rumah warga. Sekarang tabung gas saja sering hilang,” tuturnya.(**)







