FAKTA BUNGO – Dugaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) yang tidak tepat sasaran mencuat di Dusun Sungai Mancur. Seorang warga menduga bahwa suami dari operator dusun setempat bersama anaknya turut menerima bantuan BLTS dengan total nilai mencapai Rp900.000.
Informasi tersebut beredar di tengah masyarakat dan menimbulkan tanda tanya terkait transparansi serta validitas data penerima bantuan. BLTS yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu dinilai perlu diawasi secara ketat agar tidak terjadi konflik kepentingan maupun penyalahgunaan wewenang.
Menurut keterangan sejumlah warga, bantuan tersebut disalurkan dalam beberapa tahap. Namun, muncul dugaan bahwa penerima bantuan merupakan keluarga yang dinilai masih memiliki hubungan langsung dengan aparatur dusun, sehingga memicu kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat.
“Kalau benar keluarga perangkat dusun ikut menerima BLTS, tentu ini perlu dijelaskan secara terbuka. Kami hanya ingin bantuan tepat sasaran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya., Minggu sore (28/12/2025).
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak operator Dusun Sungai Mancur maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Warga Sungai Mancur meminta kepada Pemerintah Dusun Sungai Mancur segera melakukan verifikasi ulang data penerima BLTS serta membuka ruang pengaduan masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan program bantuan sosial benar-benar dirasakan oleh warga yang berhak.(FB).




